earth

Rabu, 07 Desember 2011

India siap menindak pengguna internet

India akan menindak pengguna internet yang mengunggah bahan-bahan yang dianggap berisi penghinaan termasuk foto buatan yang menunjukkan babi-babi berkeliaran di kota Mekah.

Menteri Komunikasi Kapil Sibal yang telah bertemu dengan perwakilan dari Google, Facebook dan situs internet lain, menuduh perusahaan-perusahaan itu tidak bisa diajak bekerjasama untuk mengambil tindakan.
Sebelum jumpa pers Selasa (6/12), Sibal menunjukkan kepada wartawan foto-foto buatan tentang Perdana Menteri Manmohan Singh dan Presiden Partai Kongres Sonia Gandhi serta babi-babi yang berlarian di kota suci umat Islam, Mekah.
Sibal mengatakan pemerintah tidak mau mencampuri kebebasan pers, namun "kami harus mengatur masalah yang sensitif bagi rakyat, dan kami harus melindungi kepekaan ini. Etos budaya sangat penting bagi kami."
Ia mengatakan pemerintah akan menerapkan panduan untuk menjamin "bahan-bahan yang dianggap berisi penghinaan" tidak terbit di internet.
Sibal mengatakan perusahaan-perusahan internet tidak mengindahkan permintaan untuk menyaring masalah sensitif dan pemerintah India memiliki rencana sendiri.
Pengguna internet di India mencapai lebih dari 100 juta dan menyaring materi di internet dianggap tidak mungkin.
Pemerintah India sangat marah atas foto-foto politisi yang diubah dan diterbitkan di internet.
Penyensoran sendiri
"Tujuan saya adalah materi-materi berisi penghinaan itu tidak bisa diunggah. Kami akan membuat panduan dan mekanisme untuk mengatur masalah ini. Mereka harus memberikan data kepada kami, sehingga kami tahu siapa yang mengunggah materi ini."
Kapil Sibal
Dalam jumpa pers di Delhi, Sibal mengatakan ia telah meminta perusahaan-perusahaan internet untuk mencabut foto-foto dan pernyataan yang dianggap menghina kelompok-kelompok agama namun permintaan itu tidak ditanggapi.
"Dalam pertemuan tanggal 4 November, kami menunjukkan sejumlah foto dan mereka sepakat bahwa foto-foto tidak layak," katanya.
"Mereka mengatakan kepada saya secara tertulis bahwa mereka tidak bisa melakukan sesuatu sampai mereka mendapat perintah dari pengadilan," tambahnya.
Ia mengatakan, "Tujuan saya adalah materi-materi berisi penghinaan itu tidak bisa diunggah. Kami akan membuat panduan dan mekanisme untuk mengatur masalah ini. Mereka harus memberikan data kepada kami, sehingga kami tahu siapa yang mengunggah materi ini."
Facebook mengatakan dalam satu pernyataan mereka mengakui "kepentingan pemerintah dalam meminimalkan materi yang dianggap berisi penghinaan."
Namun Facebook mengatakan mereka memiliki kebijakan agar pengguna dapat melaporkan materi yang dianggap tidak layak.
Facebook juga mengatakan mereka akan "terus menjalin kontak dengan pemerintah India terkait masalah penting ini."
India memiliki 28 juta pengguna akun Facebook.
Rajesh Chharia, Presiden Asosiasi Penyedia Internet India mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa perusahaan-perusahaan internet harus menyadari isu kepentingan nasional.
"Saya tidak suka sensor namun upaya penyensoran sendiri merupakan langkah terbaik. Kita tidak boleh melakukan sesuatu yang dapat membahayakan perdamaian negara," tambahnya.

Komentar